Headlines News :

Entertainment

Banner Ads

Home » , , , , » Bangsa Aborigin di Australia ingin Merdeka!

Bangsa Aborigin di Australia ingin Merdeka!

Written By Melki.L.Wenda on Sunday, January 25, 2015 | 8:35 PM

aborigin-australia-independence-ingin-merdeka

Bangsa Aborigin di Australia Ingin Merdeka!

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/c5.0.851.315/p851x315/885320_487340491320539_872593277_o.jpg
Selama ini Australia selalu mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara lain, terutama negara tetangganya termasuk Indonesia. Timor Leste (dulu Timor Timur) yang kini menjadi negara sendirian, menjadi makin miskin setelah merdeka yang sebelumnya Australia berjanji akan membantu mereka.
Timor Leste akhirnya berada dibawah kakinya dan pahitnya, negara itu malah tambah melarat, tetap miskin. Semua kakayaan alam dieksploitasi, termasuk mata uangnya yang tak jelas, hingga menjadikan “negara baru terkorup dan termiskin di dunia”.
Namun jauh sebelum itu, sejak tahun 1972, suku asli Australia, Aborigin juga telah menuntut kemerdekaanya setelah dicaplok oleh Inggris dengan mendirikan negara kaki tangan, yang bernama Australia.
http://img.auctiva.com/imgdata/3/7/4/5/0/2/webimg/275196619_o.jpg
Semua isyu ini seakan dipendam dalam-dalam oleh Australia, tak seperti isyu Timor Timur, Maluku dan Papua, yang digembar-gemborkan dan didukung mau merdeka. Padahal mereka yang menuntut merdeka sangatlah sedikit, hanya puluhan dibanding jutaan yang lainnya dan mereka menjadi tuan di tanah sendiri, tak seperti Aborigin atau suku Indian di AS yang keduanya tertindas.
Kala itu, mirip Columbus, Kapten James Cook mengklaim tanah yang didaratinya yaitu benua Australia adalah menjadi milik mereka, padahal di tanah-tanah atau benua tersebut telah hidup suku asli selama ribuan tahun lamanya.
http://nationalunitygovernment.org/images/2013/murrawarr-republic-map.jpg
Wilayah Murrawarri Republic (nationalunitygovernment.org)
Bagaimana bisa keduanya mengklaim bahwa mereka,  Columbus dan James Cook menyatakan itu adalah tanah mereka seperti tak bertuan alias “tanah baru yang ditemukan”?
Keinginan untuk merdeka dari Australia telah ditunjukkan Bangsa Aborigin belum lama ini. Pada 31 Maret lalu, mereka mengambil langkah pertama untuk mengakhiri pemerintahan kolonial yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun.
Mereka melakukannya dengan mengirim surat kepada Ratu Elizabeth II dan pemerintah Australia, suku Aborigin menuntut sebuah perjanjian atau akta penghentian kekuasaan.
Pada 30 Maret 2013, Bangsa Aborigin juga telah mendeklarasikan berdirinya Republik Murrawarri atau Murrawarri Republic, yang menjadi rumah bagi orang Aborigin tinggal, sekitar 750 kilometer barat laut Kota Sydey, Negara Bagian dari New South Wales (NSW).
http://indymedia.org.au/files/4414b7_481a40533b259002189c1ca547055a96_png_srz_710_470_75_22_0_50_1_20_0.png
Bendera Murrawarri Republic (indymedia.org.au)
Mereka menyebut dan mengklaim bahwa suku Aborigin telah menetap di sana selama ribuan tahun lamanya, sebelum kedatangan bangsa Inggris, seperti dilansir majalah Time, Kamis (30/5/2013).
“Ketika Kapten Cook tiba di sini pada tahun 1770, saat itu dia mengklaim benua ini atas nama Kerajaan Inggris. Namun, atas dasar hukum apa dia bisa mengambil tanah kami?,” kata Sharni Hooper, anak dari Ketua Dewan Rakyat Murrawarri, Fred Hooper.
Gerakan kedaulatan suku Aborigin di Australia ini sebenarnya sudah dapat dilihat sejak tahun 1972. Ketika itu, tepatnya pada 26 Januari tahun 1972 di saat perayaan Hari Australia, sebuah kelompok milisi kulit hitam membuat sebuah tenda di lapangan Gedung Parlemen Australia di Ibu Kota Canberra.
Kelompok yang menamakan diri mereka sebagai “Gerakan Kedutaan Kemah Aborigin” ini mendukung hak atas tanah pribumi dan mendorong duta besar mereka, Michael Anderson, menjadi perhatian internasional.
http://nationalunitygovernment.org/images/2013/murrawarri-logo.jpg
Murrawarri Logo (nationalunitygovernment.org)
Anderson sendiri melanjutkan pendidikannya di bidang hukum dan bekerja sebagai jaksa penuntut umum.
Dia menjadi orang pribumi pertama Australia yang berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1981.
“Tidak ada di dalam undang-undang Australia yang menunjukkan bagaimana Inggris memperoleh perlindungan politik dan berdaulat atas Bangsa Aborigin,” kata Anderson.
“Mereka tidak pernah meminta kedaulatan kita, dan kita tidak pernah menyerahkan. Jadi kami datang dengan sebuah hipotesis bahwa Inggris tidak pernah benar-benar punya kuasa di negeri ini.”
Anderson merupakan penggerak Pemerintahan Sementara Bangsa Pertama Persatuan Nasional, sebuah organisasi yang membawahi dan mewakili aspirasi dari 300 anggota Bangsa Aborigin Australia ingin berdaulat. (sumber: Time / merdeka.com)
Pustaka:
Murrawarri Republic (wikipedia) 
The Murrawarri Republic declaration (nationalunitygovernment.org)
Murrawarri-Republic in Australia
http://nationalunitygovernment.org/images/2013/murrawarri-map4.jpg
Wilayah Murrawarri Republic (nationalunitygovernment.org)
http://nationalunitygovernment.org/sites/default/files/styles/media_gallery_large/public/ImageHandler%5B1%5D.JPG?itok=b2_P3c4H
Weilmoringle Station – Murrawarri country
http://gomighty.com/wp-content/themes/gomighty/lib/goal_images/files/Australia-travelers-map.jpg
Murrawarri Republic seeks support from United Nations
Selengkapnya bisa kunjungi di Alamat ini.
https://indocropcircles.wordpress.com/2013/12/15/bangsa-aborigin-di-australia-ingin-merdeka/
Share this article :

0 komentar:

SRP News

SRP News
Freedom West Papua

FWP

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. SUARA RIMBA PAPUA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template