![]() |
| Menlu Indonesia, Retno Marsudi bersama Menlu PNG, Rimbink Pato - IST |
Jayapura, Jubi – Menteri Luar (Menlu) Papua Nugini (PNG), Rimbink Pato pekan lalu menegaskan kembali sikap PNG yang menghormati kedaulatan Indonesia atas provinsi Papua dan Papua Barat.
Komentar ini sebelumnya muncul setelah Perdana Menteri, Peter O’Neill, membuat pernyataan kerasnya tentang pelanggaran HAM di Papua Barat.
Pato mengatakan kedua negara adalah anggota badan HAM internasional dan isu-isu yang dimunculkan hanya jika dan ketika itu terjadi. Tapi Pato, seperti dilansir Post Courier, menegaskan dia tidak mengangkat masalah penembakan terhadap empat siswa yang terjadi di Pania bulan Desember lalu.
“Hak asasi manusia jelas menjadi perhatian bagi kita semua. Tetapi secara spesifik, ini masalah yang harus dilihat kasus per kasus. Dalam pertemuan tersebut (pertemuan dengan Menlu Indonesia, Retno Marsudi) itu bukan salah satu dari hal-hal tertentu yang disampaikan oleh bagian kami, dan tidak juga oleh Indonesia, karena saya tidak menerima perintah dalam kaitannya dengan hal itu,” kata Pato, Selasa (3/3/2015).
“Hak asasi manusia jelas menjadi perhatian bagi kita semua. Tetapi secara spesifik, ini masalah yang harus dilihat kasus per kasus. Dalam pertemuan tersebut (pertemuan dengan Menlu Indonesia, Retno Marsudi) itu bukan salah satu dari hal-hal tertentu yang disampaikan oleh bagian kami, dan tidak juga oleh Indonesia, karena saya tidak menerima perintah dalam kaitannya dengan hal itu,” kata Pato, Selasa (3/3/2015).
Akhir pekan lalu Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengunjungi PNG, Kepulauan Solomon dan Fiji.
Kunjungan Menlu Indonesia ke negara-negara Melanesia ini diduga untuk meredam dukungan dari negara-negara Melanesia pada aplikasi keanggotaan yang diajukan oleh perwakilan Bangsa Papua Barat di Pasifik. (Victor Mambor)
Coporick FWP News




0 komentar:
Post a Comment