![]() |
| Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Fransen G. Siahaan. Foto: Dok MS |
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Fransen G. Siahaan mengatakan, pada bulan Maret 2015, TNI akan melaksanakan pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) di Provinisi Papua Barat. Ia akan berlokasi di Arfai, Kabupaten Manokwari.
Dijelaskan Mayjend TNI Fransen G. Siahaan, pada awalnya tanah menjadi kendala, namun sudah terealisasi.
"Walaupun kendala soal lokas pembangunan Markas, namun sudah terealisasi. Dan di tahun ini (tahun 2015) akan ada Markas di Provinsi Papua Barat karena ini merupakan permintaan Gubernur Papua Barat, pak Abraham Atururi," kata Mayjend TNI Fransen G. Siahaan, di Jayapura, Sabtu, (07/02/15) lalu.
Mantan Danrem 171 PVT Sorong mengutarakan, untuk penempatan personil akan diawali dengan kompi C dan D, karena berdasarkan kajian Pangdam ada beberapa faktor, baik kodal, tempatnya strategis, berdekatan dengan korpkopinda serta infrastruktur yang ada maka, Arfai, Dsitrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari cocok untuk penempatan Kodam TNI.
"Kita menentukan Arfai itu tidak mudah, Pak Gubernur meminta untuk dibangun di sana karena tempatnya bersejarah, padahal saya maunya di Kodim Manokwari saja, tapi luas Kodim untuk ditempati Kodam, di Arfai itu 24 hektar itu pun kurang menurut saya," tutur Pangdam.
Luas satu Kodam itu minimal 40 hektar, sehingga semua unsur-unsur yang ada di lingkungan itu bisa relatif satu payung. Dengan demikian, ia mengaku, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya memberikan tanah yang relatif dan juga daerah itu membutuhkan kehadiran pasukan, supaya kompi itu menjadi embrio pembentukan satu batalyon lagi.
"Jadi mudah-mudahan awal 2016 Kodam sudah ada di Provinsi Papua Barat dan bisa diterima masyarakat jangan dikhawatirkan bahwa kehadiran TNI di sini langsung dicurigai tapi kehadiran untuk melindungi rakyat," bebernya.
Ketika ditanya dana untuk pembangunan tersebut, Pangdam menerangkan, anggarannya bersumber dari APBN 2015 dan sudah diturunkan ke Panglima TNI dan Kasad sebagai kuasa pengguna anggaran.
"Anggaran bersumber dari APBN, tapi juga akan ada bantuan dari pemerintah Provinsi Papua Barat dari dana APBD 2015," tandasnya. (Abeth Abraham You/MS)



0 komentar:
Post a Comment