Headlines News :

Entertainment

Banner Ads

Home » , , , » Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Peristiwa Paniai Papua

Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Peristiwa Paniai Papua

Written By Melki.L.Wenda on Tuesday, February 10, 2015 | 1:04 AM

Kamis, 08/01/2015 15:22 WIB

Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Peristiwa Paniai Papua

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Penanganan peristiwa penembakan Paniai disebut oleh Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai diperhatikan oleh dunia internasional. Oleh karena itu, Komnas HAM membentuk tim untuk menyelidiki peristiwa yang menewaskan belasan orang itu.

"Paniai ini dapat perhatian dunia internasional. Kita sudah lakukan penyelidikan sementara dan kesimpulan kita temukan ada bukti pelanggaran HAM," kata ‎Pigai di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).

Tim itu terdiri dari Komisioner Komnas HAM Manager Nasution, Prof Hafid Abbas, Siti Nurlaila, Natalius Pigai. Tim ini akan melibatkan tokoh Papua Beni Giyai dan Neles Tebai. Unsur penggiat HAM yang terlibat adalah Hendardi dan Pungky Indarti.

"Ada Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen Nur Muiz dan Jend Polisi Bekto Suprapto dari unsur TNI dan Polri. Lalu ada Farid Husein dan Apituley dari Komnas Perempuan," kata Pigai.

Tim ini akan bekerja sesuai UU yang berlaku selama 3 bulan dan hasil temuannya akan disampaikan dalam paripurna Komnas HAM.‎ Pigai menegaskan, tugas tim ini mengumpulkan bukti berupa informasi, data dan fakta terkait tragedi Paniai.

"Dan akan melakukan penyelidikan khusus kepada pihak yang diduga terlibat serta menyelidiki pemenuhan unsur-unsur komando, terencana dan sistematis sebagai bagian dari tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan," ucap Pigai.

"Keterlibatan tokoh-tokoh ini masih akan dikonfirmasi kepada mereka, selanjutnya para tokoh adat dan penggiat HAM di Papua, serta pihak yang peduli terhadap pengungkapan kasus ini akan dimintai sebagai narasumber," tambahnya.

‎Terkait kasus penembakan 2 anggota Polri di Timika, Komnas HAM mengutuk pelaku penembakannya. Pigai kemudian menyarankan Freeport memasang CCTV di kawasan miliknya agar peristiwa serupa dapat diminimalisir terulang kembali.

"Kami mengutuk penembakan 2 anggota polisi di Timika. Kami meminta Freeport memasang CCTV di kawasnnya. Dan polisi tidak melakukan penyisiran, polisi harus memastikan para pelaku sehingga tidak mengganggu warga lokal di situ yang tidak terlibat," ujar Pigai.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/rvk)
Share this article :

0 komentar:

SRP News

SRP News
Freedom West Papua

FWP

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. SUARA RIMBA PAPUA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template